Jumat, 22 September 2017

[HAPPY WORLD ZERO EMISSIONS DAY 2017]

Giving Our Planet a Day Off a Year

Hello Heroes
Today is Zero Emissions Day…



Zero emissions day adalah hari dimana dunia diserukan untuk menghentikan konsumsi energi yang berasal dari bahan bakar fosil yang menyebabkan emisi karbon berlebih di permukaan bumi ini.

Berdasarkan data dari Lembaga Energi milik Pemerintah Amerika Serikat, konsumsi energi dunia meningkat sekitar 56% pada tahun 2040. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang. Data EIA (Energy Information Administration) menyebutkan bahan bakar fosil akan terus mendominasi pasokan energi di bumi dengan memasok 80% kebutuhan energi dunia hingga 2040. Konsumsi bensin dan bahan bakar fosil cair lain akan turun dari 34%  pada 2010 menjadi 28%  pada 2040 akibat kadar bahan bakar fosil yang semakin menurun. Sebagai gantinya dipakailah energi dari gas alam dan nuklir. Selain itu, kontribusi energi alternatif akan datang dari air dan angin. Dengan kebijakan dan regulasi tersebut, tetap saja emisi CO2 dari bidang energi akan terus meningkat dari 31 Miliar metrik ton pada tahun 2010 naik menjadi 46 miliar metrik ton pada 2040 atau naik 46 % selama jangka waktu 30%

1. Apa itu Emisi Karbon?
Emisi karbon adalah buangan atau hasil dari gas gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon khususnya karbon dioksida. Contohnya, pembakaran hutan yang terjadi di daerah Riau pada tahun 2015 menyumbang banyak karbon dioksida.

2. Apa dampak emisi karbon?

- Perubahan iklim  dan berlanjut ke pemanasan global
      Menurut NOAA, peningkatan kadar karbon dioksida selama 150 tahun terakhir telah bertepatan dengan peningkatan rata-rata suhu permukaan di Bumi. Suhu rata-rata global telah meningkat sekitar 2,5 derajat Celsius (1,4 derajat F) sejak awal abad ke 20.
       Perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan curah hujan di beberapa daerah, sehingga menyebabkan peningkatan sedimen dan polutan yang memasuki pasokan air minum. Naiknya permukaan laut akan menyebabkan air asin untuk menyusup beberapa sistem air tawar sehingga meningkatkan kebutuhan untuk desalinasi dan pengolahan air minum. Menurut NASA, pemanasan global memiliki potensi untuk menghasilkan lebih banyak kebakaran hutan, kekeringan dan badai tropis.

Image result for perubahan iklim
Es yang mencair menyebabkan naiknya volume air laut

- Pengasaman laut
      Lautan menyerap karbon dioksida saat salah satu bagian dari siklus karbon lambat bereaksi dengan molekul air untuk menurunkan pH air laut dan konsentrasi ion karbonat, membuat air lebih asam. Sementara organisme fotosintetik sebenarnya mendapat manfaat dari konsentrasi karbon dioksida yang lebih tinggi di dalam air, populasi organisme pengapur seperti tiram atau karang bisa rusak parah. Penelitian lain menunjukkan bahwa karang dan terumbu yang mereka bangun menjadi rusak secara signifikan oleh pengasaman laut. Jika terumbu yang mulai runtuh akibat pengasaman laut, bisa memiliki efek reaksi berantai yang signifikan pada ekosistem laut.

- Perubahan Pasokan Pangan
      Emisi karbon membantu meningkatkan suhu dan penurunan curah hujan, mengubah kondisi pertumbuhan tanaman pangan di banyak daerah. Menurut Program Perubahan Global Research AS, emisi karbon yang menyebabkan pemanasan di California Central Valley yang diproyeksikan akan secara signifikan mengurangi hasil tomat, gandum, beras, jagung dan bunga matahari di wilayah ini.

- Perubahan geografis
      Naiknya permukaan laut akibat panas menyebabkan pulau-pulau kecil menjadi tenggelam dan mengurangi daaratan pada pulau-pulau besar.

3. Apa yang harus dilakukan?
        Sebagai penduduk suatu negara dan individu penghuni bumi, kita menjadi subjek penting dalam mengurangi emisi karbon dengan cara :
- Meningkatkan efisiensi energi di rumah
       Dapat dilakukan dengan cara mengganti lampu dengan bola lampu pijar,membuat rumah yang kedap cuaca, membeli barang elektronik dengan bijak, menggunakan energi alternatif, serta mengeringkan pakaian dengan energi matahari.
- Mengubah kebiasaan makan
      Yaitu dengan membeli produk lokal, membuat kebun sendiri, mengurangi konsumsi daging merah secara berlebihan, dan meminimalisir penggunaan kantong plastik.
- Bepergian yang hemat energy
       Yaitu dengan cara bepergian dengan jalan kaki atau bersepeda jika jarak yang ditempuh dekat, bepergian dengan kendaraan umum jika jaraknya jauh, dan mengurangi emisi karbon saat mengemudi.
- Mendaur ulang
       Yaitu dengan membeli barang seperlunya, menggunakan ulang barang atau perabot yang sudah tua, memisahkan sampah berdasarkan jenis, dan memanfaatkan sampah organik.
- Menghemat air

“If stupid hippies hadn’t killed nuclear power, we’d have nuclear power plants, safer and cheaper than coal-fired plants, all over, and electric cars really would be zero emissions” --- Pen Jillette

Kita bisa untuk bumi menjadi lebih baik.

#GivingOurPlanetaDayOffaYear
#noemission
#saveearth
#savelife

KMPL 2017
BELAJAR BERKARYA BERMAKNA
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Pages

Theme Support